Rinaldi Syahran · Published 08 December 2019
Home > Artikel > PUBG Mobile > 10 Game Haram di Indonesia Selain PUBG (Harusnya)
Penembakan di Selandia Baru silam, tepatnya di Kota Christchurch pada Jumat pagi 15 Maret 2019, membawa babak baru bagi dunia games di Indonesia. Pasalnya, pelaku pembantaian di dua masjid Selandia Baru itu disinyalir terinspirasi dari game PUBG Mobile dalam menjalankan aksinya. Berkaca dari itu, MUI kemudian mengkaji pelarangan game PUBG di Indonesia dan disinyalir akan membuat fatwa resmi terkait PUBG menjadi salah satu game yang haram.
Meskipun pada akhirnya, isu inspirasi itu hoax semata, Majelis Ulama Indonesia tetap mengkaji pelarangan itu karena dianggap banyak menciptakan mudarat, walaupun alasannya terlalu dibuat-buat seperti sudah kepalang tanggung. Berkaitan dengan kajian game PUBG diharamkan itu, pemerintah Indonesia melalui Kemenpora bersikeras meminta MUI untuk mempertimbangkan aspek perkembangan dunia e-Sport dalam melabeli status game PUBG menjadi haram.
Terkait dengan masalah ini, Kabar Games mempunyai pendapat bahwa seharusnya tidak hanya PUBG saja yang dilabeli atau difatwa sebagai game haram oleh MUI. Bila memang mengacu pada inspirasi teroris yang berasal dari aksi tembak menembak, 10 game online terpopuler di Indonesia selain PUBG berikut ini pun pantas dilabeli haram.
Game pertama yang pantas dikaji untuk dilabeli game haram di Indonesia seperti PUBG adalah Overwatch. Dirilis dan dikembangkan oleh Blizzard Entertainment, Overwatch dirilis di platform konsol dan juga PC. Game yang sudah ada kejuaraan eSport-nya ini merupakan permainan tembak menembak yang berfokus pada pertarungan antar tim.
Tidak seperti game FPS pada umumnya, Overwatch berfokus pada karakter yang dimainkan untuk dapat memenangkan pertandingan. Jadi, para pemain harus mahir menggerakkan karakter yang tersedia sesuai strategi team. Di game ini tersedia berbagai macam senjata yang diwakilkan dari bermacam karakter. Para pemain bisa mencoba beragam jenis senjata normal dan futuristik yang tentunya bisa diarahkan sebagai inspirasi melakukan aksi teroris.
BACA JUGA :
Lepas dari Point Blank yang ikonik, Garena akhirnya merilis Free Fire sebagai gacoan barunya untuk game tembak menembak di Indonesia. Mengincar pemain yang menyukai genre battle royale yang sedang tren, Free Fire dianggap pilihan yang pantas untuk menyaingi kedigdayaan PUBG di nusantara.
Game mirip PUBG ini memiliki beberapa pembeda, contohnya di skin, tempat bertanding, desain senjata Free Fire dan juga desain karakter game FF. Karena mirip-mirip ya pastinya pantas banget kalau salah satu game online terbaik bergenre tembak menembak ini dikaji untuk diberikan fatwa haram di Indonesia seperti pelabelan game PUBGM.
Sudah ada sejak puluhan tahun, tepatnya tahun 1999, game FPS offline ini terus lestari hingga sekarang ini. Meski sudah banyak pesaing, Counter Strike terus ada dan setia dengan format pertandingan dua tim yang terbagi atas tim teroris, dan juga polisi. Game yang terus menelurkan seri barunya ini sudah sampai kepada judul paling barunya, yakni Counter Strike Global Offensive yang dirilis Valve.
Game ini bisa dikatakan sebagai simulasi perang antara teroris dan juga polisi luar negeri. Bagi orang-orang yang memang berminat mencari inspirasi untuk menjadi teroris, game ini bisa masuk daftar. Oleh karenanya, MUI pantas untuk mengkaji pelarangan game ini di Indonesia.
BACA JUGA :
Sejak awal kemunculannya, publisher Fortnite memang sudah mengincar kue penggemar game battle royale yang didominasi oleh PUBG Mobile. Dengan mengusung konsep yang sama, selain skin, tempat bertanding, senjata Fortnite, dan juga karakter yang menjadi sedikit pembeda.
Fitur paling unik dari game ini yang membedakan dengan PUBG adalah kemampuan membangun untuk bertahan dan memposisikan diri dalam perang untuk menjadi pemain yang paling terakhir bertahan. Meski tidak senyata game PUBG Mobile, permainan online ini masih layak untuk dilabeli haram di Indonesia oleh MUI karena kemiripannya dengan PUBGM.
Seperti pengkajian untuk menjadikan game PUBG haram, permainan online selanjutnya yang pantas untuk dikaji agar dilabeli sama adalah Point Blank. Game yang selalu disematkan label KW dari game Counter Strike ini sempat meledak di Indonesia ketika warnet masih banyak dikunjungi oleh para bocah-bocah toxic Indonesia. Game FPS CT vs teroris yang masih dimainkan di Indonesia ini selain berpotensi menginspirasi para pemainnya untuk menjadi teroris juga menginspirasi para pemainnya untuk berbuat curang dalam kehidupan dikarenakan mudahnya menjadi cheater di dalam game ini.
Permainan ini adalah game simulasi perang yang sudah ada sejak lama. Ada banyak seri dari Call of Duty ini dengan judul terakhir yang populer di dunia adalah Call of Duty Black OPS 4. Di Indonesia game ini kurang populer, tetapi masih ada pemainnya. Seperti selayaknya militer dan perang sungguhan, banyak fitur dalam game ini yang berkaitan erat dengan dunia nyata. Akibatnya, kelayakan game ini untuk dilarang seharusnya tinggi seperti pengkajian untuk membuat PUBG haram.
Setali tiga uang dengan Call of Duty, judul Battlefield banyak seri-nya, kurang populer di Indonesia, masuk ke dalam genre perang, dan fitur di dalamnya berkaitan erat dengan dunia nyata yang berpotensi membuat para pemainnya terinpirasi untuk melakukan aksi teroris dan atau menjadi teroris. Jadi sudah selayaknya juga dikaji untuk menjadi haram seperti pelabelan game PUBG.
Berbicara tentang potensi kriminalitas yang ditimbulkan oleh permainan Grand Theft Auto, baik itu GTA 5, GTA San Andreas ataupun GTA SA Lite yang dikelola Rockstar Game tidak akan ada habisnya. Game yang punya seri online-nya ini amat populer di Indonesia, terutama di kalangan bocah-bocah toxic. Banyak hal yang bisa dikaji untuk membuat GTA mendapatkan label game haram di Indonesia.
Selain karena adanya penggunaan senjata yang berpotensi menginspirasi pemainnya menjadi teroris, game ini juga berpotensi mengajarkan para pemainnya untuk melanggar lalu lintas, mencuri kendaraan, membuat onar, dan masih banyak lagi. Setidaknya jika gagal menjadi teroris, para pemainnya bisa menjadi mafia.
Masih dikelola di bawah bendera yang sama seperti GTA (Rockstar Games), Red Dead Redemption pun seharusnya pantas masuk dalam kajian untuk dilabeli game haram oleh MUI. Selayaknya GTA, meski dengan latar tempat dunia barat jaman koboy, banyak tindakan kriminal di dalam game ini yang berpotensi untuk menjadi inspirasi para pemainnya guna melakukan kejahatan di dunia nyata.
Game terakhir yang seharusnya masuk dalam daftar yang pantas dikaji untuk dilabeli haram di Indonesia oleh MUI adalah Apex Legends. Permainan battle royale online yang gencar dipromosikan lewat streamer populer Twitch, NINJA, ini berpotensi menginspirasi para pemain di Indonesia untuk menjadi teroris via fitur-fitur di dalamnya.
Itulah 10 permainan online di Indonesia yang seharusnya pantas dikaji untuk dilabeli haram selayaknya pelabelan status game PUBG Mobile. Nantikan terus berita, tips dan informasi terbaru dan terupdate lainnya seputar PUBG hanya di situs games kebanggaan anak bangsa, Kabar Games!
Hot News
See All5 Cheat COC No Root Terbaru di 2021, Dijamin Works!
Yoko Widito - 18 January 2022
Kunci Jawaban Brain Test Terbaru dari Level 1 - 270
Juant Setiawan - 14 December 2021
Kunci Jawaban Tebak Tebakan 2020 dari Level 1 - 200
Juant Setiawan - 14 December 2021
Kunci Jawaban Brain Out Terbaru dari Level 1 - 221
Juant Setiawan - 14 December 2021
Oploverz: Cara Download Anime, Fakta & Kelebihan
Reza Pratama - 14 December 2021
30 Karakter Anime Terkuat & Overpower, Siapa No. 1?
Aziza Larasati - 14 December 2021